Sabtu, 29 Juni 2013

BERANI BERBICARA INGGRIS MELALUI TRAINING SPEAK UP



Pada hari Sabtu, 20 April 2013 HIMA IPA mengadakan pelatihan public speaking berbahasa Inggris bernama Training Speak Up. Training Speak Up yang bertema “ Brave to speak, show up your English” ini menghadirkan dua trainer yang hebat dari UKM SAFEL yaitu Annisa Laura Maretha dan Jafrudin Naser.

Acara ini diikuti oleh 20 mahasiswa   dari prodi pendidikan IPA.  Pelatihan yang dimulai pukul 8.00 ini dipandu oleh seorang pembawa acara, Dewi Susilowati. Sebelum memasuki acara inti, Rindy Prasetyo membacakan ayat suci Al Quran dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia dan ketua HIMA IPA 2013. Ketua panitia, Shinta Devi Maharani menyampaikan bahwa Training Speak Up ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa prodi Pendidikan IPA terutama di public speaking. Selain itu ia juga menambahkan bahwa ada kegiatan follow up bernama English Club yang akan mewadahi peserta dalam berlatih berbicara bahasa Inggris. Kemudian Ketua HIMA IPA 2013, Rasyid Zuhdi juga menyampaikan bahwa dengan TSU yang tema Brave to speak, show up your English diharapkan mahasiswa Pendidikan IPA lebih berani berbicara di depan umum dengan bahasa Inggris untuk melatih kemampuannya. Selain itu ia juga mengharapkan partisipasi aktif mahasiswa Pendidikan IPA dalam English Club yang akan diadakan sebagai follow up  TSU.

Memasuki pada materi, acara TSU dibersamai oleh moderator yang pandai berbicara dan sangat menyukai Macapat, Eko Kurniawan. Materi pertama tentang speech dibersamai oleh seorang trainer cantik dan berbakat dalam debat bahasa Inggris, Annisa Laura Maretha. Mbak Retha menyampaikan materi dalam bahasa Bilingual agar mudah dimengerti. Di awal materinya,  beliau menunjukkan 2 video tentang speech yang dibawakan oleh seorang mahasiswi asal Indonesia tepatnya dari Universitas Indonesia dan speech yang dibawakan oleh mahasiswa dari Amerika. Selanjutnya peserta diberi kesempatan untuk membandingkan kedua speech tersebut. Setelah itu, salah satu peserta menyampaikan pendapatnya mengenai perbedaan dan persamaan dari kedua speecher tersebut. Selain melihat video, peserta juga mendapat materi pokok berkaitan dengan speech dan public speaking lainnya. Di akhir materi pertama, peserta diminta untuk membentuk kelompok beranggotakan 3-4 orang. Selanjutnya tiap kelompok mengambil tema yang akan dibicarakan sebagai materi speech. Setelah diberi penjelasan, semua peserta bergabung dengan kelompoknya masing-masing dan berdiskusi mengenai tema dan materi yang akan ia sampaikan selama 5 menit. Untuk menguji kemampuan peserta, mbak Retha memanggil perwakilan dari kelompok untuk unjuk kemampuannya dalam speech. Komentar dan saran disampaikan oleh mbak Retha pada akhir penampilan tiap kelompok sehingga menambah pengetahuan dan pengalaman tiap peserta dalam speech. Sebagai penutup materi pertama, mbak Retha memberikan contoh speech yang baik selama 5 menit. Sungguh fasih dan cetar membahana sekali speech dari mbak Retha sehingga membuat peserta terkagum-kagum.
Selanjutnya materi yang kedua dibersamai oleh seorang aktivis yang berkecimpung di dunia MC, Jafrudin Naser. Mas Jafrudin menyampaikan materi berkaitan dengan Master of Ceremony. Beliau memberikan contoh menjadi MC yang baik dan beberapa tips untuk mensiasati beberapa perubahan atau kendala pada saat menjadi MC. Kemudian dibuka sesi tanya jawab bagi peserta yang ingin menanyakan masalahnya berkaitan dengan MC. Pada akhir materi ini, peserta juga diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam membawakan sebuah acara. Bersama kelompok yang sama, tiap kelompok diberikan undian tentang acara yang akan dibawakan. Pada kesempatan itu, hanya beberapa kelompok yang ditunjuk untuk mewakili sebagai contoh MC pada acara non formal, formal dan semi formal yang disisipi dengan gangguan berupa keterlambatan pengisi acara yang mengharuskan pembawa acara untuk menghandle acara untuk sesaat. Setelah peserta maju dan menunjukkan kemampuannya, mas Jafrudin memberikan komentar dan sarannya.
Sebelum acara ditutup pada pukul 13.00, panitia memberikan kenang-kenangan pada pembicara. Selanjutnya panitia bersama kedua trainer mengumumkan penampil terbaik pada tiap materi. Pada materi speech, penampil terbaik jatuh pada kelompok 4 yang menyampaikan tema Indonesia Law Enforcement yaitu Fithria Utami,Laila Nurhayati dan Helda.  Sementara pada materi Master of Ceremony dimenangkan oleh Wulan Sari Ningsih yang membawakan acara wisuda. Selanjutnya acara diakhir dengan foto bersama kedua trainer sebagai kenang-kenangan.
Seru dan menyenangkan sekali bukan acaranya. Ternyata berbahasa Inggris itu tidak susah bahkan sangat mengasyikkan apabila kita belajar dalam suasana yang menyenangkan. Jika kita berani berbicara, maka Bahasa Inggris akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan. So, Brave to speak, show your English!! Jadilah mahasiswa Pendidikan IPA yang berani dalam berbahasa Inggris. HIMA IPA...Leading and Inspiring!

Laila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar