Pada hari Sabtu, 20 April 2013 HIMA IPA mengadakan pelatihan public speaking berbahasa Inggris
bernama Training Speak Up. Training Speak Up yang bertema “ Brave to speak, show up your English”
ini menghadirkan dua trainer yang
hebat dari UKM SAFEL yaitu Annisa Laura Maretha dan Jafrudin Naser.
Acara ini diikuti oleh 20
mahasiswa dari prodi pendidikan IPA. Pelatihan yang dimulai pukul 8.00 ini dipandu
oleh seorang pembawa acara, Dewi Susilowati. Sebelum memasuki acara inti, Rindy
Prasetyo membacakan ayat suci Al Quran dilanjutkan dengan sambutan dari ketua
panitia dan ketua HIMA IPA 2013. Ketua panitia, Shinta Devi Maharani
menyampaikan bahwa Training Speak Up
ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa prodi
Pendidikan IPA terutama di public
speaking. Selain itu ia juga menambahkan bahwa ada kegiatan follow up bernama English Club yang akan mewadahi peserta dalam berlatih berbicara
bahasa Inggris. Kemudian Ketua HIMA IPA 2013, Rasyid Zuhdi juga menyampaikan bahwa
dengan TSU yang tema Brave to speak, show
up your English diharapkan mahasiswa Pendidikan IPA lebih berani berbicara
di depan umum dengan bahasa Inggris untuk melatih kemampuannya. Selain itu ia
juga mengharapkan partisipasi aktif mahasiswa Pendidikan IPA dalam English Club yang akan diadakan sebagai follow up TSU.
Memasuki pada materi,
acara TSU dibersamai oleh moderator yang pandai berbicara dan sangat menyukai
Macapat, Eko Kurniawan. Materi pertama tentang speech dibersamai oleh seorang trainer cantik dan berbakat dalam
debat bahasa Inggris, Annisa Laura Maretha. Mbak Retha menyampaikan materi
dalam bahasa Bilingual agar mudah dimengerti. Di awal materinya, beliau menunjukkan 2 video tentang speech yang dibawakan oleh seorang
mahasiswi asal Indonesia tepatnya dari Universitas Indonesia dan speech yang dibawakan oleh mahasiswa
dari Amerika. Selanjutnya peserta diberi kesempatan untuk membandingkan kedua speech tersebut. Setelah itu, salah satu
peserta menyampaikan pendapatnya mengenai perbedaan dan persamaan dari kedua speecher tersebut. Selain melihat video,
peserta juga mendapat materi pokok berkaitan dengan speech dan public speaking
lainnya. Di akhir materi pertama, peserta diminta untuk membentuk kelompok
beranggotakan 3-4 orang. Selanjutnya tiap kelompok mengambil tema yang akan
dibicarakan sebagai materi speech. Setelah
diberi penjelasan, semua peserta bergabung dengan kelompoknya masing-masing dan
berdiskusi mengenai tema dan materi yang akan ia sampaikan selama 5 menit. Untuk
menguji kemampuan peserta, mbak Retha memanggil perwakilan dari kelompok untuk
unjuk kemampuannya dalam speech.
Komentar dan saran disampaikan oleh mbak Retha pada akhir penampilan tiap
kelompok sehingga menambah pengetahuan dan pengalaman tiap peserta dalam speech. Sebagai penutup materi pertama,
mbak Retha memberikan contoh speech
yang baik selama 5 menit. Sungguh fasih dan cetar membahana sekali speech dari mbak Retha sehingga membuat
peserta terkagum-kagum.
Selanjutnya materi yang
kedua dibersamai oleh seorang aktivis yang berkecimpung di dunia MC, Jafrudin
Naser. Mas Jafrudin menyampaikan materi berkaitan dengan Master of Ceremony. Beliau memberikan contoh menjadi MC yang baik
dan beberapa tips untuk mensiasati beberapa perubahan atau kendala pada saat
menjadi MC. Kemudian dibuka sesi tanya jawab bagi peserta yang ingin menanyakan
masalahnya berkaitan dengan MC. Pada akhir materi ini, peserta juga diberi
kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam membawakan sebuah acara.
Bersama kelompok yang sama, tiap kelompok diberikan undian tentang acara yang
akan dibawakan. Pada kesempatan itu, hanya beberapa kelompok yang ditunjuk
untuk mewakili sebagai contoh MC pada acara non formal, formal dan semi formal
yang disisipi dengan gangguan berupa keterlambatan pengisi acara yang
mengharuskan pembawa acara untuk menghandle acara untuk sesaat. Setelah peserta
maju dan menunjukkan kemampuannya, mas Jafrudin memberikan komentar dan
sarannya.
Sebelum acara ditutup pada
pukul 13.00, panitia memberikan kenang-kenangan pada pembicara. Selanjutnya
panitia bersama kedua trainer mengumumkan penampil terbaik pada tiap materi.
Pada materi speech, penampil terbaik
jatuh pada kelompok 4 yang menyampaikan tema Indonesia Law Enforcement yaitu Fithria Utami,Laila Nurhayati dan
Helda. Sementara pada materi Master of Ceremony dimenangkan oleh
Wulan Sari Ningsih yang membawakan acara wisuda. Selanjutnya acara diakhir dengan
foto bersama kedua trainer sebagai kenang-kenangan.
Seru dan menyenangkan
sekali bukan acaranya. Ternyata berbahasa Inggris itu tidak susah bahkan sangat
mengasyikkan apabila kita belajar dalam suasana yang menyenangkan. Jika kita
berani berbicara, maka Bahasa Inggris akan menjadi lebih mudah dan
menyenangkan. So, Brave to speak,
show your English!! Jadilah mahasiswa
Pendidikan IPA yang berani dalam berbahasa Inggris. HIMA IPA...Leading and Inspiring!
Laila


Tidak ada komentar:
Posting Komentar