Selasa, 27 Agustus 2013

OASIS ( Opini Mahasiswa)



 Tes Keperawanan

 Sssssttt…  temen2 tau gak sekarang  lg riuhnya kontroversi pelaksanaan tes keperawanan loh. Menurut pendapat temen2 gmn??  
Menurut berita yang ada (dari kompas.com), Dinas Pendidikan Prabumulih menyatakaan bahwa tes keperawanan pada siswi SMA ini merupakan respons terhadap maraknya kasus pelajar melakukan  hubungan intim sebelum menikah. Dinas Pendidikan Prabumulih juga telah berencana mengajukan anggaran tes untuk APBD 2014. Wacana pelaksanaan tes keperawanan terhadap siswi SMA sederajat oleh Dinas Pendidikan Kota Prabumulih tersebut, mendapat tanggapan negatif dari berbagai pihak. Ini nih tanggapan penggede. Pemerhati anak, Seto Mulyadi biasa disapa Kak Seto, menyatakan tak setuju terhadap rencana Dinas Pendidikan Prabumulih tersebut.
Jika hal tersebut dilakukan, itu melanggar hak asasi anak. Walaupun dengan alasan menegakkan moral, hal tersebut tidak boleh dilakukan,” ujar Kak Seto.
Seharusnya orangtua dan pendidik menjadi sahabat anak, mengawasi, jangan seperti instruktur,” tambahnya (kompas.com, selasa 20/8/2013).
Wakil ketua DPRD Sumatera Selatan, HA Djauhari, juga menolak pengajuan tersebut. Menurutnya, Dinas Pendidikan seharusnya mencegah seks bebas dengan membuat kebijakan yang bisa membuat pelajar melakukan hal-hal positif, bukan dengan tes keperawanan.
Tanggapan  tak sepakat pun dikatakan oleh wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Menurutnya, jika kebijakan itu diberlakukan, maka hal itu akan membawa dampak buruk pada siswa. Menurut basuki, seorang pekerja seks komersial yang bertobat jauh lebih terpuji daripada oknum pejabat yang menikmati uang rakyat atau bertindak korupsi. Bener banget itu pak, hehe.
Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menyatakan akan menjatuhkan sanksi kepada sekolah yang menerapkan tes keperawanan kepada siswa yang mau masuk sekolah itu.  Jika ada sekolah yang melarang siswa karena tidak virgin, itu berarti bertentangan dengan undang-undang”, ungkapnya. (kompas.com)
Kalau menurut penulis sendiri sih, tes keperawanan itu dinilai tak relevan dan bertentangan dengan prinsip pendidikan itu sendiri. Tau kan prinsip pendidikan?? ^_^

_Rizky Galuh P.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar