LIPUTAN UTAMA
UPACARA HARDIKNAS, PEDULI PENDIDIKAN
Tepat
pada hari Kamis tanggal 2 Mei 2013 lalu di halaman Rektorat Universitas Negeri
Yogyakarta telah terlaksana Upacara Pendidikan. Upacara ini rutin dilaksanakan
tepat pada hari Pendidikan yaitu tanggal
2 Mei. Upacara tersebut dimulai pada pukul 06.30 WIB dengan dihadiri oleh
seluruh dosen maupun karyawan, serta mahasiswa penerima beasiswa UNY 2013 (PPA
BBM, Supersemar, dan bidikmisi). Undangan Upacara Hari Pendidikan Nasional ini
dilampirkan resmi kepada masing-masing fakultas dengan keterangan memakai jas
almamater.
Selama
upacara berlangsung, keamanan upacara dibantu oleh UKM Menwa (Resimen
Mahasiswa). Selain pihak UKM Menwa, yang berpartisipasi dalam upacara ini
adalah UKM Pramuka sebagai pihak Pengibar bendera, UKM Madawirna dan Marching
Band saat menyanyikan lagu Mengheningkan Cipta, Wajib Belajar, Hymne UNY, dan
Syukur.
Pada
upacara ini, Bapak Rohmat Wahab selaku Bapak Rektor UNY menyampaikan
menyampaikan amanat dari Bapak Muhammad Nuh selaku Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan yaitu pertama, atas nama Pemerintah ingin
menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada
seluruh insan pendidikan, pemerintah daerah, organisasi yang bergerak di dunia
pendidikan dan pemangku kepentingan lain atas segala ikhtiar, kepedulian dan
perhatian yang diberikan dalam menumbuhkembangkan dunia pendidikan. Dengan
upacara ini, diharapkan dapat memajukan dunia pendidikan menjadi semakin
berkualitas dan akses pendidikan bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan
semakin terbuka dan dapat segera terwujud.
Kedua, Mendikbud menyampaikan
permohonan maaf setulus-tulusnya atas persoalan penyelenggaraan Ujian Nasional
Tingkat SMA sederajat tahun pelajaran
2012/2013 sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam
memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Ketiga, Pemerintah akan menyediakan
akses pendidikan, terutama di daerah 3T, berupa pengiriman guru melalui program
Sarjana Mendidik di daerah 3T (SM3T). Dari sisi keterjangkauan pemerintah telah
menyiapkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar dan
menengah, Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bantuan Siswa
Miskin (BSM), Bidik Misi dan Beasiswa.Pada tahun 2013 ini, telah disiapkan
anggaran Rp 7,8 triliun untuk BSM.
Selama itu, sejak dua tahun
terakhir, telah dibuka beberapa perguruan tinggi negeri (termasuk Akademi
Komunitas) di daerah perbatasan dan di beberapa daerah yang dinilai strategis.
Di samping sebagai upaya penyebaran pusat unggulan perguruan tinggi tersebut,
juga berperan sebagai sabuk pengaman sosial dan politik bagi keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, telah disiapkan kebijakan-kesempatan
khusus bagi putra-putri Papua, Papua Barat, dan daerah 3T lain untuk menjadi
mahasiswa di berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia melalui program
afirmasi pendidikan tinggi (ADIK).
Keempat, pemerintah pusat akan
menerapkan Kurikulum 2013 mulai tahun ajaran 2013/2014 untuk jenjang pendidikan
dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas. Bertahap, berarti kurikulum
tidak diterapkan di semua kelas di setiap jenjang, tetapi hanya di kelas 1 (satu)
dan kelas 4 (empat) untuk jenjang SD, dan kelas 7 (tujuh) untuk SMP, serta
kelas 10 (sepuluh) untuk SMA dan SMK. Terbatas, diartikan bahwa jumlah sekolah
yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah. Kurikulum 2013 ini dirancang untuk
menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan
sikap secara utuh. Sehingga hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan
kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045.
Di akhir sambutannya, sesuai dengan
amanah Mendikbud berpesan untuk bersama-sama membuka posko anti drop out (DO)
atau anti putus sekolah pada awal tahun pelajaran nanti. Sehingga dapat
dipastikan anak-anak Indonesia dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan ke menengah.
“Dengan
adanya Hari Pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di
Indonesia, tidak hanya meningkatkan kualitas belajar, tetapi meningkatkan pula
tingkat kedewasaan sesorang dalam menghadapi dunia global”, ujar Putri sebagai
salah satu mahasiwa pendidikan IPA 2012 penerima beasiswa Bidikmisi. (Chan)
”Orang yang berpikiran negatif selalu
melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, Sedangkan orang sukses selalu
mencari kesempatan dalam setiap kesulitan.”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar