Jumat, 24 Mei 2013

Lima



LIPUTAN UTAMA
UPACARA HARDIKNAS, PEDULI PENDIDIKAN
Tepat pada hari Kamis tanggal 2 Mei 2013 lalu di halaman Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta telah terlaksana Upacara Pendidikan. Upacara ini rutin dilaksanakan tepat pada hari Pendidikan yaitu  tanggal 2 Mei. Upacara tersebut dimulai pada pukul 06.30 WIB dengan dihadiri oleh seluruh dosen maupun karyawan, serta mahasiswa penerima beasiswa UNY 2013 (PPA BBM, Supersemar, dan bidikmisi). Undangan Upacara Hari Pendidikan Nasional ini dilampirkan resmi kepada masing-masing fakultas dengan keterangan memakai jas almamater.
Selama upacara berlangsung, keamanan upacara dibantu oleh UKM Menwa (Resimen Mahasiswa). Selain pihak UKM Menwa, yang berpartisipasi dalam upacara ini adalah UKM Pramuka sebagai pihak Pengibar bendera, UKM Madawirna dan Marching Band saat menyanyikan lagu Mengheningkan Cipta, Wajib Belajar, Hymne UNY, dan Syukur.
Pada upacara ini, Bapak Rohmat Wahab selaku Bapak Rektor UNY menyampaikan menyampaikan amanat dari Bapak Muhammad Nuh selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu pertama, atas nama Pemerintah ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan, pemerintah daerah, organisasi yang bergerak di dunia pendidikan dan pemangku kepentingan lain atas segala ikhtiar, kepedulian dan perhatian yang diberikan dalam menumbuhkembangkan dunia pendidikan. Dengan upacara ini, diharapkan dapat memajukan dunia pendidikan menjadi semakin berkualitas dan akses pendidikan bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan semakin terbuka dan dapat segera terwujud.
Kedua, Mendikbud menyampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya atas persoalan penyelenggaraan Ujian Nasional Tingkat SMA sederajat tahun pelajaran
2012/2013 sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Ketiga, Pemerintah akan menyediakan akses pendidikan, terutama di daerah 3T, berupa pengiriman guru melalui program Sarjana Mendidik di daerah 3T (SM3T). Dari sisi keterjangkauan pemerintah telah menyiapkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar dan menengah, Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Bidik Misi dan Beasiswa.Pada tahun 2013 ini, telah disiapkan anggaran Rp 7,8 triliun untuk BSM.
Selama itu, sejak dua tahun terakhir, telah dibuka beberapa perguruan tinggi negeri (termasuk Akademi Komunitas) di daerah perbatasan dan di beberapa daerah yang dinilai strategis. Di samping sebagai upaya penyebaran pusat unggulan perguruan tinggi tersebut, juga berperan sebagai sabuk pengaman sosial dan politik bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, telah disiapkan kebijakan-kesempatan khusus bagi putra-putri Papua, Papua Barat, dan daerah 3T lain untuk menjadi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia melalui program afirmasi pendidikan tinggi (ADIK).
Keempat, pemerintah pusat akan menerapkan Kurikulum 2013 mulai tahun ajaran 2013/2014 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas. Bertahap, berarti kurikulum tidak diterapkan di semua kelas di setiap jenjang, tetapi hanya di kelas 1 (satu) dan kelas 4 (empat) untuk jenjang SD, dan kelas 7 (tujuh) untuk SMP, serta kelas 10 (sepuluh) untuk SMA dan SMK. Terbatas, diartikan bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah.  Kurikulum 2013 ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Sehingga hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045.
Di akhir sambutannya, sesuai dengan amanah Mendikbud berpesan untuk bersama-sama membuka posko anti drop out (DO) atau anti putus sekolah pada awal tahun pelajaran nanti. Sehingga dapat dipastikan anak-anak Indonesia dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan ke menengah.
            “Dengan adanya Hari Pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, tidak hanya meningkatkan kualitas belajar, tetapi meningkatkan pula tingkat kedewasaan sesorang dalam menghadapi dunia global”, ujar Putri sebagai salah satu mahasiwa pendidikan IPA 2012 penerima beasiswa Bidikmisi. (Chan)
”Orang yang berpikiran negatif selalu melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, Sedangkan orang sukses selalu mencari kesempatan dalam setiap kesulitan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar