Jumat, 24 Mei 2013

Beritama




BERITA UTAMA
PENDIDIKAN, UJUNG TOMBAK KITA
“Pentingnya pendidikan sebagai vaksin dan elevator sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua hal tersebut dapat menaikkan daya tahan sosial agar terhindar dari penyakit kemiskinan, ketidaktahuan, dan keterbelakangan beradaban, serta meningkatkan status sosial masyarakat” begitulah beberapa pesan dalam teks amanat dari Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh pada Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2013.
Memang di negeri yang sulit berkembang ini selalu saja dilanda kemiskinan ganda: miskin harta dan miskin logika. Mereka yang miskin harta jumlahnya jelas paling banyak jumlahnya. Kemiskinan harta dan kemiskinan logika itulah yang menggiring para pemikir sampai pada kesimpulan, bahwa bangsa ini menghadapi dua front besar: perang melawan kemiskinan dan melawan kebodohan. Tentu saja ini tergolong perang berat yang dahsyat. Sebab ini adalah jenis perang melawan lingkaran setan: Kita bodoh karena miskin, kita miskin karena bodoh. Berat bagi kita, karena melawan kebodohan dengan kebodohan dan melawan kemiskinan dengan kemiskinan. Hasilnya tentu bisa ditebak segera: kita bertambah miskin dan bertambah bodoh. Namun masih ada beberapa jalan keluar seperti kata Bapak Mendikbud kemarin yaitu “Bagaimana caranya menaikkan daya tahan (imunitas) sosial agar terhindar dari ketiga macam penyakit tersebut? Jawabannya adalah pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin social.”
Pentingnya peranan tersebut, melatarbelakangi dipilihnya tema Hardiknas 2013 “Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan”. Tema itu merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Layanan pendidikan harus dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (Education for All) tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan. Dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang merata diharapkan menghasilkan bangsa yang berkompeten dalam pengetahuan, keterampilan, dan moral secara utuh, maka kemiskinan dan kebodohan dalam negeri ini akan terhapuskan secara menyeluruh. (Kikie)
 “Belajarlah dari mereka di atasmu. Nikmati hidup bersama mereka di sampingmu. Jangan remehkan mereka di bawahmu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar