BERITA UTAMA
PENDIDIKAN,
UJUNG TOMBAK KITA
“Pentingnya
pendidikan sebagai vaksin dan elevator sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Kedua hal tersebut dapat menaikkan daya tahan sosial agar terhindar dari
penyakit kemiskinan, ketidaktahuan, dan keterbelakangan beradaban, serta
meningkatkan status sosial masyarakat” begitulah beberapa pesan dalam teks
amanat dari Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh pada Hari
Pendidikan Nasional 2 Mei 2013.
Memang
di negeri yang sulit berkembang ini selalu saja dilanda kemiskinan ganda:
miskin harta dan miskin logika. Mereka yang miskin harta jumlahnya jelas paling
banyak jumlahnya. Kemiskinan harta dan kemiskinan logika itulah yang menggiring
para pemikir sampai pada kesimpulan, bahwa bangsa ini menghadapi dua front
besar: perang melawan kemiskinan dan melawan kebodohan. Tentu saja ini
tergolong perang berat yang dahsyat. Sebab ini adalah jenis perang melawan
lingkaran setan: Kita bodoh karena miskin, kita miskin karena bodoh. Berat bagi
kita, karena melawan kebodohan dengan kebodohan dan melawan kemiskinan dengan
kemiskinan. Hasilnya tentu bisa ditebak segera: kita bertambah miskin dan
bertambah bodoh. Namun masih ada beberapa jalan keluar seperti kata Bapak
Mendikbud kemarin yaitu “Bagaimana caranya menaikkan daya tahan (imunitas)
sosial agar terhindar dari ketiga macam penyakit tersebut? Jawabannya adalah
pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin social.”
Pentingnya
peranan tersebut, melatarbelakangi dipilihnya tema Hardiknas 2013 “Meningkatkan
Kualitas dan Akses Berkeadilan”. Tema itu merupakan cerminan dari jawaban
terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan
generasi yang lebih baik. Layanan pendidikan harus dapat menjangkau ke seluruh
lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (Education for
All) tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan.
Dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang merata diharapkan
menghasilkan bangsa yang berkompeten dalam pengetahuan, keterampilan, dan moral
secara utuh, maka kemiskinan dan kebodohan dalam negeri ini akan terhapuskan
secara menyeluruh. (Kikie)
“Belajarlah dari mereka di atasmu. Nikmati
hidup bersama mereka di sampingmu. Jangan remehkan mereka di bawahmu.”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar