Nilai
Plus dari Pameran Media Pembelajaran
Pameran
Media Pembejaran adalah pameran yang diselenggarakan untuk menunjukkan
media-media pembelajaran hasil karya seseorang kepada halayak umum. Sebenarnya
tujuan dari pameran media pembelajaran adalah untuk mengenalkan media
pembelajaran yang inovatif, relevan dan praktis untuk memperbaiki pembelajaran
di kelas. Pada bulan Mei 2013, Prodi Pendidikan IPA UNY telah menyelenggarakan
2x pameran media pembelajaran yaitu pada 18 Mei 2013 yang diselenggarakan oleh
HIMA IPA UNY bersamaan dengan agenda Young Science Competition dan pada 31 Mei
2013 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Pendidikan IPA A 2011.
Pameran Media Pembelajaran IPA yang diselenggarakan oleh HIMA IPA di Fakultas Ilmu Pendidikan mengundang guru-guru SMP Jateng DIY. Pameran Media Pembelajaran IPA tersebut memang didesain untuk diperlihatkan pada guru-guru pembimbing YSC yang sedang menunggu siswanya berkompetisi.
Para guru
pembimbing tersebut selain mendapatkan pengalaman membimbing Olimpiade juga
mendapatkan pengetahuan lebih dari pameran media pembelajaran. Media
pembelajaran yang ditampilkan di pameran tersebut adalah hasil karya mahasiswa
Pendidikan IPA dari beberapa angkatan. Beberapa media tersebut antara lain,
struktur rantai DNA, Struktur kromosom, Alarm Banjir , struktur molekul ,
teropong bintang, strukut sel dll. Media-media tersebut sebelumnya disimpan di
Laboratorium IPA FMIPA UNY.
Untuk menjadi guru IPA yang baik tidak
cukup hanya kepandaian dalam memahami IPA saja, namun juga kreativitas dan
ketrampilan dalam menggunakan media pembelajaran. Dalam hal ini, HIMA IPA juga
menyelenggarakan Smart Teaching Competition (STC). STC diselenggarakan pada
tanggal 4 Mei 2013 di Ruang Seminar FMIPA UNY. Kompetitisi yang diikuti dari
beberapa Universitas di DIY ini melahirkan calon-calon guru berbakat, yaitu:
1.
1. Meida Nur Azizah dari
UIN sebagai juara 1
2. 2. Ganie Indra Viantoro
dari UNY sebagai juara 2
3 Ernawati dari UST sebagai
Juara 3
Layaknya sebuah hasil karya seni
bernilai tinggi, media pembelajaran tentu harus dipamerkan pada halayak umum
agar dikenal fungsi dan kualitasnya. Siswa yang akan menjadi sasaran
pembelajaran juga perlu mengenal dan mengetahui adanya media tersebut. Seperti
halnya sebuah galeri seni, sebaiknya Laboratorium IPA juga membuka pameran
minimal 2-3 kali setiap tahunnya. Dengan adanya pameran media pembelajaran yang
diadakan HIMA IPA bertepatan pada Young Sience Competition , siswa-siswa SMP
juga ikut melihat pameran tersebut untuk
menambah pengetahuan. Tidak adanya pameran media akan mengurangi nilai fungsi
dari media tersebut karena kurang dikenal.
Media pembelajaran IPA akan membantu
siswa belajar IPA dengan lebih menyenangkan. Jika siswa senang untuk belajar
IPA maka mereka akan dapat meraih prestasi lebih tinggi seperti para juara
Young Science Competition (YSC). Young Science Competition yang bertempat di
Ruang Abdullah Sigit FIP UNY ini melahirkan juara baru pada 18 Mei 2013. Para
Juara YSC tersebut yaitu,
1.
Setianing Wikanthi dari SMP N 8
Yogyakarta sebagai Juara 1
2.
Ihtarosi Nuraeni dari SMP 1 Sanden
sebagai Juara 2
3.
Fina Wulandari Mardiyana dari SMP N
1 Muntilan sebagai Juara 3
4.
Aflah Ariq Herindrawan SMP N 4 Pakem
sebagai Juara Harapan 1
5.
Riyanto dari SMP 1 Sanden sebagai
Juara Harapan 2
Lain halnya dengan pameran media
yang diselenggarakan HIMA IPA UNY, pameran media pembelajaran yang diselengarakan
Mahasiswa Pendidikan IPA A 2011 tidak hanya untuk dipamerkan saja . Akan tetapi
pameran tersebut diadakan sebagai tugas akhir semester mata kuliah Pengembangan
Media Pembelajaran IPA yang membutuhkan penilaian media yang dipamerkan.
Pameran media pembelajaran IPA yang diadakan pada Jumat, 31 Mei 2013 ini tidak
hanya diselenggarakan oleh mahasiswa Pendidikan IPA A 2011, namun mahasiswa
Pendidikan Biologi Reguler dan Internasional 2011 juga turut serta.
Media Pembelajaran IPA yang
dipamerkan oleh mahasiswa Pendidikan IPA A 2011 ini adalah media inovasi
terbaru. Pameran media yang diselenggarakan di Lobby Laboratorium FMIPA ini
menampilkan 8 media dari Pendidikan IPA, 9 media dari Pendidikan Biologi dan 5 media dari
Pendidikan Biologi Internasional. 8 Media IPA yang dibuat oleh mahasiswa
Pendidikan sebagian besar memiliki media audio sebagai pelengkap. Media karya
mahasiswa Pendidikan IPA A 2011 tersebut antara lain,
1.
Alpica (Alat Pemisah
Campuran) berupa alat destilasi sederhana oleh Nuzul Aliya dkk
2.
Sistem Gerak Manusia
berupa charta Proses Osifikasi, Silent Photo Squence dan audio oleh Lina
Safitri dkk
3.
Buku Pop Up Klasifikasi
Makhluk Hidup+audio oleh Wheny Anif dkk
4.
Sistem Pencernaan
Manusia berupa audio charta dan Kartu GP (gangguan Pencernaan) oleh Laila
Nurhayati dkk
5.
Konversi Energi oleh
Sri Kusyani dkk
6.
Sistem Peredaran
Darah+audio oleh Meta Luwitasari dkk
7.
Metamorfosis
kupu-kupu+audio “Buterfly box” oleh Dewi Qurrotul A’yun dkk
8.
Efek Rumah Kaca oleh
Nuri Kiswandari dkk
Di
samping nilai plus dari pameran media pembelajaran, ada nilai negatif yang didapat
dari pameran media ini yaitu pemborosan biaya jika pembuatan media pembelajaran
harus menggunakan barang baru yang cukup mahal. Untuk itu, perlu adanya
kebijakan dalam menentukan bahan untuk membuat media pembelajaran. Dengan
memanfaatkan barang bekas yag ada, sebenarnya kita bisa membuat media inovatif
yang menarik dan hemat biaya. Bagi mahasiswa Prodi Pendidikan yang akan membuat
pameran media tahun depan, sebaiknya memikirkan bahan pembuatan sejak awal.
Dengan demikian dapat menghemat biaya sekaligus memanfaatkan barang bekas yang
sudah tidak berguna sebagai langkah awal memperbaiki kondisi lingkungan.
Laila





Tidak ada komentar:
Posting Komentar