Sekelompok kelinci yang lahir di
University of Istanbul, Turki, berbeda dengan kelinci pada umumnya. Rekayasa
genetika membuat kelinci tersebut mampu menyala dalam gelap. Kelinci mampu
menyala dalam gelap sebab peneliti dari universitas tersebut menyisipkan gen ubur-ubur. Gen ubur-ubur
menghasilkan protein yang membuat
hewan mampu bercahaya jika terpapar sinar ultraviolet.
Penyisipan gen
ubur-ubur bukan tanpa tujuan. Dengan penyisipan ini, peneliti ingin mengetahui
apakah material genetik tertentu dari satu hewan berhasil disisipkan pada hewan
lain. Selain itu, bisa membantu peneliti melakukan rekayasa genetika kelinci
sehingga bisa dimanfaatkan sebagai "pabrik obat".
Gen tertentu bisa disisipkan pada kelinci sehingga hewan itu menghasilkan molekul tertentu yang dibutuhkan. Molekul bisa dipanen dari air susu.
Gen tertentu bisa disisipkan pada kelinci sehingga hewan itu menghasilkan molekul tertentu yang dibutuhkan. Molekul bisa dipanen dari air susu.
Sebagai contoh,
penyisipan gen ubur-ubur membantu eksperimen Mayo Clinic mengetahui kesuksesan
rekayasa kucing yang resisten feline immunodeficiency virus (FIV).
Diberitakan Foxnews,
Kamis (15/8/2013), dalam eksperimen, peneliti Mayo Clinic menyisipkan gen
pembawa protein yang membuat kucing resisten terhadap FIV. Tanpa gen ubur-ubur,
peneliti akan kesulitan mengetahui apakah kucing hasil eksperimen benar-benar
telah resisten terhadap FIV. Gen ubur-ubur berfungsi seperti penanda resistensi
itu.
Dengan membuat kelinci
bercahaya, peneliti mampu membedakan kelinci yang sudah membawa gen yang
disisipkan dan yang tidak. Gen ubur-ubur, selain pada kelinci dan kucing, juga
pernah disisipkan pada babi dan anjing. Peneliti dari University of Hawaii dan
Marmara University juga terlibat eksperimen ini.
Dari pemaparan berita
di atas, memberikan bukti bahwa zaman
modern sekarang ini memberikan banyak peluang untuk menghasilkan ide/ inovasi
baru yang mengguncang mata dunia. Semua itu berawal dari rasa ingin tahu yang
besar dari penemunya. Luar negeri saja bisa, kenapakita, Indonesia tidak.
Katakan YES untuk MAJU!
http://sains.kompas.com/read/2013/08/20/0543404/Kelinci.Transgenik.Bercahaya.bak.Kunang-kunang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar