Sabtu, 29 Juni 2013

BERANI BERBICARA INGGRIS MELALUI TRAINING SPEAK UP



Pada hari Sabtu, 20 April 2013 HIMA IPA mengadakan pelatihan public speaking berbahasa Inggris bernama Training Speak Up. Training Speak Up yang bertema “ Brave to speak, show up your English” ini menghadirkan dua trainer yang hebat dari UKM SAFEL yaitu Annisa Laura Maretha dan Jafrudin Naser.

Acara ini diikuti oleh 20 mahasiswa   dari prodi pendidikan IPA.  Pelatihan yang dimulai pukul 8.00 ini dipandu oleh seorang pembawa acara, Dewi Susilowati. Sebelum memasuki acara inti, Rindy Prasetyo membacakan ayat suci Al Quran dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia dan ketua HIMA IPA 2013. Ketua panitia, Shinta Devi Maharani menyampaikan bahwa Training Speak Up ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa prodi Pendidikan IPA terutama di public speaking. Selain itu ia juga menambahkan bahwa ada kegiatan follow up bernama English Club yang akan mewadahi peserta dalam berlatih berbicara bahasa Inggris. Kemudian Ketua HIMA IPA 2013, Rasyid Zuhdi juga menyampaikan bahwa dengan TSU yang tema Brave to speak, show up your English diharapkan mahasiswa Pendidikan IPA lebih berani berbicara di depan umum dengan bahasa Inggris untuk melatih kemampuannya. Selain itu ia juga mengharapkan partisipasi aktif mahasiswa Pendidikan IPA dalam English Club yang akan diadakan sebagai follow up  TSU.

Memasuki pada materi, acara TSU dibersamai oleh moderator yang pandai berbicara dan sangat menyukai Macapat, Eko Kurniawan. Materi pertama tentang speech dibersamai oleh seorang trainer cantik dan berbakat dalam debat bahasa Inggris, Annisa Laura Maretha. Mbak Retha menyampaikan materi dalam bahasa Bilingual agar mudah dimengerti. Di awal materinya,  beliau menunjukkan 2 video tentang speech yang dibawakan oleh seorang mahasiswi asal Indonesia tepatnya dari Universitas Indonesia dan speech yang dibawakan oleh mahasiswa dari Amerika. Selanjutnya peserta diberi kesempatan untuk membandingkan kedua speech tersebut. Setelah itu, salah satu peserta menyampaikan pendapatnya mengenai perbedaan dan persamaan dari kedua speecher tersebut. Selain melihat video, peserta juga mendapat materi pokok berkaitan dengan speech dan public speaking lainnya. Di akhir materi pertama, peserta diminta untuk membentuk kelompok beranggotakan 3-4 orang. Selanjutnya tiap kelompok mengambil tema yang akan dibicarakan sebagai materi speech. Setelah diberi penjelasan, semua peserta bergabung dengan kelompoknya masing-masing dan berdiskusi mengenai tema dan materi yang akan ia sampaikan selama 5 menit. Untuk menguji kemampuan peserta, mbak Retha memanggil perwakilan dari kelompok untuk unjuk kemampuannya dalam speech. Komentar dan saran disampaikan oleh mbak Retha pada akhir penampilan tiap kelompok sehingga menambah pengetahuan dan pengalaman tiap peserta dalam speech. Sebagai penutup materi pertama, mbak Retha memberikan contoh speech yang baik selama 5 menit. Sungguh fasih dan cetar membahana sekali speech dari mbak Retha sehingga membuat peserta terkagum-kagum.
Selanjutnya materi yang kedua dibersamai oleh seorang aktivis yang berkecimpung di dunia MC, Jafrudin Naser. Mas Jafrudin menyampaikan materi berkaitan dengan Master of Ceremony. Beliau memberikan contoh menjadi MC yang baik dan beberapa tips untuk mensiasati beberapa perubahan atau kendala pada saat menjadi MC. Kemudian dibuka sesi tanya jawab bagi peserta yang ingin menanyakan masalahnya berkaitan dengan MC. Pada akhir materi ini, peserta juga diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam membawakan sebuah acara. Bersama kelompok yang sama, tiap kelompok diberikan undian tentang acara yang akan dibawakan. Pada kesempatan itu, hanya beberapa kelompok yang ditunjuk untuk mewakili sebagai contoh MC pada acara non formal, formal dan semi formal yang disisipi dengan gangguan berupa keterlambatan pengisi acara yang mengharuskan pembawa acara untuk menghandle acara untuk sesaat. Setelah peserta maju dan menunjukkan kemampuannya, mas Jafrudin memberikan komentar dan sarannya.
Sebelum acara ditutup pada pukul 13.00, panitia memberikan kenang-kenangan pada pembicara. Selanjutnya panitia bersama kedua trainer mengumumkan penampil terbaik pada tiap materi. Pada materi speech, penampil terbaik jatuh pada kelompok 4 yang menyampaikan tema Indonesia Law Enforcement yaitu Fithria Utami,Laila Nurhayati dan Helda.  Sementara pada materi Master of Ceremony dimenangkan oleh Wulan Sari Ningsih yang membawakan acara wisuda. Selanjutnya acara diakhir dengan foto bersama kedua trainer sebagai kenang-kenangan.
Seru dan menyenangkan sekali bukan acaranya. Ternyata berbahasa Inggris itu tidak susah bahkan sangat mengasyikkan apabila kita belajar dalam suasana yang menyenangkan. Jika kita berani berbicara, maka Bahasa Inggris akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan. So, Brave to speak, show your English!! Jadilah mahasiswa Pendidikan IPA yang berani dalam berbahasa Inggris. HIMA IPA...Leading and Inspiring!

Laila

Delegasi Formipa di UNESA



Sansievera Lambang Persahabatan UNY dan UNESA

Sebanyak delapan mahasiswa prodi Pendidikan IPA Universitas Negeri Yogyakarta yang tergabung dalam himpunan mahasiswa Pendidikan IPA (HIMA IPA) menjadi delegasi dalam Forum Mahasiswa Pendidikan IPA/ Sains (FORMIPA) Indonesia. Delapan diantaranya adalah Al Fatah Fathoni yang juga menjabat sebagai Ketua FORMIPA, Dwi Laras Ratri sebagai Sekretaris di FORMIPA, Rasyid Zuhdi selaku Ketua HIMA IPA 2013, Hizkia Yoga Adhitama selaku Ketua Divisi Humas HIMA IPA 2013, Yuliana dan Wulan Sari Ningsih selaku staff Humas HIMA IPA, Siti Nur Hasanah staff Kesma, serta Rindy Prasetyo staff PPSDM.
Kedelapan mahasiswa delegasi tersebut mengikuti serangkaian kegiatan Musyawarah Nasional III FORMIPA Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya, Surabaya. Musyawarah Nasional tersebut merupakan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya (Musyawarah Nasional II) diselenggarakan di Yogyakarta tahun lalu. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 4-5 Mei 2013 tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh dengan suasana akrab dan kekeluargaan.

Serangkaian kegiatan diawali dengan acara Seminar Bedah Kurikulum 2013. Seminar dengan tema “Penguatan Karakter Pendidikan IPA Masa Depan Melalui Implementasi Kurikulum 2013” tersebut diisi oleh Dr. Wahono Widodo dan Prof. Dr. Sri Poedji Astuti dari Universitas Negeri Surabaya. Kemudian seusai menunaikan ibadah sholat Dzuhur, acara inti dilanjutkan di Wisma Cipunegara, Jalan Cipunegara, Surabaya. Musyawarah Nasional III tersebut dibuka oleh Ketua FORMIPA Indonesia, Al Fatah Fathony pukul 15.30 WIB. Kemudian dilanjutkan testimoni oleh ketua Himpunan Mahasiswa masing-masing universitas. Semangat para delegasi terus dikobarkan dengan teriakan “Hidup Mahasiswa!!”
Sidang Musyawarah Nasional III tersebut membahas mengenai tata tertib sidang, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), AD/ART, dan rencana program kerja mendatang. Pada sidang tersebut juga melantik Universitas Negeri Malang (UM) sebagai anggota baru FORMIPA Indonesia. Sidang akhirnya berakhir pada pukul 00.23 WIB.



Hari kedua dari serangkaian Munas III diisi dengan acara jalan-jalan. Diawali dengan jalan pagi sekitar kompleks dan sharing proker masing-masing HIMA dengan santai, dilanjutkan penutupan Munas III. Penutupan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari UNESA untuk semua universitas. Tanaman Sansivera menjadi kenang-kenangan spesial dari UNY untuk UNESA. “Tanaman Sansievera ini menjadi simbol persahabatan antara UNY dan UNESA. Kami berharap Sansivera ini dapat tumbuh di Surabaya. Sehingga besok anak cucu kami bila ke sini dapat melihat tanaman ini,” ungkap Rasyid Zuhdi dengan penuh semangat.
Sebelum kembali ke universitas masing-masing, panitia dari UNESA mengajak jalan-jalan ke Tugu Pahlawan dan Sampoerna House. Namun, sayang karena delegasi UNY dan delegasi UST tidak dapat ikut ke Sampoerna House dan harus cepat-cepat kembali ke Yogyakarta karena hari Senin masih ada kuliah, sehingga dari Surabaya harus siang hari agar dapat istirahat. (Wulan)

Sabtu, 01 Juni 2013

Yang Muda yang Berwirausaha


YANG MUDA YANG BERWIRAUSAHA
Tepat pada hari Jumat tanggal 31 Mei 2013 Sub bagian Kemahasiswaan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelengarakan Seminar dan Pelatihan Kewirausahaan bagi mahasiswa FMIPA. Acara tersebut bertujuan untuk membekali mahasiswa FMIPA dengan kiat-kiat berwirausaha dan mempersiapkan mahasiswa dalam menyambut Program Wirausaha Mahasiswa (PMW) 2013. Acara ini dibuka oleh Bapak Suhandoyo, MS. sebagai Dekan III FMIPA UNY. Dalam sambutan beliau, dengan adanya seminar dan pelatihan ini dapat membekali mahasiswa sebagai pengetahuan kewirausahaan dan diharapkan memiliki motivasi dan semangat yang tinggi untuk berwirausaha dengan menciptakan peluang bisnis.
Seminar dan Pelatihan Kewirausahaan diikuti oleh sekitar 50 perwakilan mahasiswa dari ormawa-ormawa di fakultas FMIPA dan berlangsung di Ruang Sidang 2 FMIPA UNY . Acara ini dibagi dalam dua sesi yakni sesi seminar dan sesi pelatihan. Pada sesi seminar yaitu dari jam 08.00-11.00 WIB peserta dibersamai oleh dua pembicara yang sukses dalam bidang wirausaha. Pembicara pertama adalah Dosen Jurusan Arsitektur di UTY dan UII sebagai Owner “Rumah Arsitek” yang menjalankan usaha di bidang properti ini menyampaikan tentang kiat-kiat sukses berwirausaha. Dosen dan pengusaha yang masih terbilang cukup muda ini mengaku telah memiliki jiwa wirausaha sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, seorang wirausahawan harus pandai dalam membaca peluang bisnis yang ada. Peluang-peluang bisnis yang ada berkaitan erat dengan kesempatan usaha, keahlian SDM, upaya/usaha, networking, manajemen waktu (timing), serta market/segmen (sasaran) usaha yang tepat. Dalam memulai usaha, beliau mempertimbangkan 5 orientasi wirausaha yakni market, profit, benefit, loyalitas, dan inovasi. Pada intinya wirausaha yang sukses adalah mereka yang mampu membaca peluang yang besar dengan modal dan resiko yang kecil.
Pembicara kedua adalah M. Lies Endarwati, M.Si.. Beliau adalah dosen jurusan Manajemen dari Fakultas Ekonomi UNY membahas tentang penyusunan “Bussines Plan” bagi mahasiswa.  Bussines Plan merupakan rancangan kegiatan usaha dalam bentuk dokumen tertulis yang digunakan untuk menjalankan bisnis, mengajukan pinjaman/kredit, mencari investor bisnis, dan sebagai sarana komunikasi tentang tujuan perusahaan kepada tim. Penyampaian materi ini berkaitan erat dengan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2013 yang sedang dalam tahap sosialisasi dan pengumpulan proposal pengajuan PMW dari mahasiswa UNY. Dosen yang membawahi beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) binaan UNY ini mengharapkan mahasiswa UNY (khususnya mahasiswa FMIPA) termotivasi dan bersedia untuk mengikuti PMW 2013. Melalui PMW pihak universitas memberikan pinjaman modal usaha sampai dengan 8 juta/mahasiswa bagi mahasiswa yang ingin berwirausaha namun terkendala masalah permodalan. Mahasiswa yang lolos seleksi PMW akan dibekali diklat kewirausahaan, pelatihan pembuatan Bussines Plan, dan pendampingan usaha oleh UKM binaan UNY.
Tidak terlepas dari sesi seminar, pada sesi pelatihan yaitu pada pukul 13.00 - ..... peserta dibekali langsung dengan pedoman penyusunan proposal PMW 2013 oleh bapak Kus Prihantoso K., M.Si., staff sub bagian Kemahasiswaan UNY, tentang bagaimana susunan penulisan proposal yang baik dan syarat-syarat yang harus dipenuhi serta pemberitahuan tentang jadwal tahap-tahap pelaksanaan PMW 2013. Acara dilanjutkan dengan pembentukan kelompok-kelompok kecil yang langsung didampingi oleh dosen-dosen pembimbing untuk menyusun gambaran umum racangan usaha yang akan dijalankan mahasiswa. Pada sesi pelatihan ini, suasana di Ruang Sidang menjadi lebih akrab karena ada diskusi/interaksi langsung dengan dosen pendamping yang berlangsung santai tapi serius. Pada sesi ini, nampak semangat yang menggebu-gebu dari para peserta untuk melakukan bisnis/berwirausaha ditengah-tengah kesibukan kuliah sebagai mahasiswa. Banyak ide-ide bisnis muncul dari peluang-peluang usaha yang ada pada saat ini. Semoga dengan program ini, diharapakan mahasiswa UNY bukanlah mereka yang mengandalkan Ijazah untuk mencari pekerjaan, namun dengan intelektualnya berwirausaha dan berbisnis mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk meminimalisir jumlah pengangguran di Indonesia serta menciptakan wirausahawan muda yang berkarya.
(Kumala n Sanah)

Nilai Plus dari Pameran Media Pembelajaran


Nilai Plus dari Pameran Media Pembelajaran
           
Pameran Media Pembejaran adalah pameran yang diselenggarakan untuk menunjukkan media-media pembelajaran hasil karya seseorang kepada halayak umum. Sebenarnya tujuan dari pameran media pembelajaran adalah untuk mengenalkan media pembelajaran yang inovatif, relevan dan praktis untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Pada bulan Mei 2013, Prodi Pendidikan IPA UNY telah menyelenggarakan 2x pameran media pembelajaran yaitu pada 18 Mei 2013 yang diselenggarakan oleh HIMA IPA UNY bersamaan dengan agenda Young Science Competition dan pada 31 Mei 2013 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Pendidikan IPA A 2011.
Pameran Media Pembelajaran IPA yang diselenggarakan oleh HIMA IPA di Fakultas Ilmu Pendidikan mengundang guru-guru SMP Jateng DIY. Pameran Media Pembelajaran IPA tersebut memang didesain untuk diperlihatkan pada guru-guru pembimbing YSC yang sedang menunggu siswanya berkompetisi.
  




 Para guru pembimbing tersebut selain mendapatkan pengalaman membimbing Olimpiade juga mendapatkan pengetahuan lebih dari pameran media pembelajaran. Media pembelajaran yang ditampilkan di pameran tersebut adalah hasil karya mahasiswa Pendidikan IPA dari beberapa angkatan. Beberapa media tersebut antara lain, struktur rantai DNA, Struktur kromosom, Alarm Banjir , struktur molekul , teropong bintang, strukut sel dll. Media-media tersebut sebelumnya disimpan di Laboratorium IPA FMIPA UNY.
            Untuk menjadi guru IPA yang baik tidak cukup hanya kepandaian dalam memahami IPA saja, namun juga kreativitas dan ketrampilan dalam menggunakan media pembelajaran. Dalam hal ini, HIMA IPA juga menyelenggarakan Smart Teaching Competition (STC). STC diselenggarakan pada tanggal 4 Mei 2013 di Ruang Seminar FMIPA UNY. Kompetitisi yang diikuti dari beberapa Universitas di DIY ini melahirkan calon-calon guru berbakat, yaitu:
1.       1.    Meida Nur Azizah dari UIN sebagai juara 1
2.      2. Ganie Indra Viantoro dari UNY sebagai juara 2
3  Ernawati dari UST sebagai Juara 3 

           Layaknya sebuah hasil karya seni bernilai tinggi, media pembelajaran tentu harus dipamerkan pada halayak umum agar dikenal fungsi dan kualitasnya. Siswa yang akan menjadi sasaran pembelajaran juga perlu mengenal dan mengetahui adanya media tersebut. Seperti halnya sebuah galeri seni, sebaiknya Laboratorium IPA juga membuka pameran minimal 2-3 kali setiap tahunnya. Dengan adanya pameran media pembelajaran yang diadakan HIMA IPA bertepatan pada Young Sience Competition , siswa-siswa SMP juga  ikut melihat pameran tersebut untuk menambah pengetahuan. Tidak adanya pameran media akan mengurangi nilai fungsi dari media tersebut karena kurang dikenal.



            Media pembelajaran IPA akan membantu siswa belajar IPA dengan lebih menyenangkan. Jika siswa senang untuk belajar IPA maka mereka akan dapat meraih prestasi lebih tinggi seperti para juara Young Science Competition (YSC). Young Science Competition yang bertempat di Ruang Abdullah Sigit FIP UNY ini melahirkan juara baru pada 18 Mei 2013. Para Juara YSC tersebut yaitu,
1.      Setianing Wikanthi dari SMP N 8 Yogyakarta sebagai Juara 1
2.      Ihtarosi Nuraeni dari SMP 1 Sanden sebagai Juara 2
3.      Fina Wulandari Mardiyana dari SMP N 1 Muntilan sebagai Juara 3
4.      Aflah Ariq Herindrawan SMP N 4 Pakem sebagai Juara Harapan 1
5.      Riyanto dari SMP 1 Sanden sebagai Juara Harapan 2
 

            Lain halnya dengan pameran media yang diselenggarakan HIMA IPA UNY, pameran media pembelajaran yang diselengarakan Mahasiswa Pendidikan IPA A 2011 tidak hanya untuk dipamerkan saja . Akan tetapi pameran tersebut diadakan sebagai tugas akhir semester mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran IPA yang membutuhkan penilaian media yang dipamerkan. Pameran media pembelajaran IPA yang diadakan pada Jumat, 31 Mei 2013 ini tidak hanya diselenggarakan oleh mahasiswa Pendidikan IPA A 2011, namun mahasiswa Pendidikan Biologi Reguler dan Internasional 2011 juga turut serta.
            Media Pembelajaran IPA yang dipamerkan oleh mahasiswa Pendidikan IPA A 2011 ini adalah media inovasi terbaru. Pameran media yang diselenggarakan di Lobby Laboratorium FMIPA ini menampilkan 8 media dari Pendidikan IPA, 9 media  dari Pendidikan Biologi dan 5 media dari Pendidikan Biologi Internasional. 8 Media IPA yang dibuat oleh mahasiswa Pendidikan sebagian besar memiliki media audio sebagai pelengkap. Media karya mahasiswa Pendidikan IPA A 2011 tersebut antara lain,
1.      Alpica (Alat Pemisah Campuran) berupa alat destilasi sederhana oleh Nuzul Aliya dkk
2.      Sistem Gerak Manusia berupa charta Proses Osifikasi, Silent Photo Squence dan audio oleh Lina Safitri dkk
3.      Buku Pop Up Klasifikasi Makhluk Hidup+audio oleh Wheny Anif dkk
4.      Sistem Pencernaan Manusia berupa audio charta dan Kartu GP (gangguan Pencernaan) oleh Laila Nurhayati dkk
5.      Konversi Energi oleh Sri Kusyani dkk
6.      Sistem Peredaran Darah+audio oleh Meta Luwitasari dkk
7.      Metamorfosis kupu-kupu+audio “Buterfly box” oleh Dewi Qurrotul A’yun dkk
8.      Efek Rumah Kaca oleh Nuri Kiswandari dkk
Di samping nilai plus dari pameran media pembelajaran, ada nilai negatif yang didapat dari pameran media ini yaitu pemborosan biaya jika pembuatan media pembelajaran harus menggunakan barang baru yang cukup mahal. Untuk itu, perlu adanya kebijakan dalam menentukan bahan untuk membuat media pembelajaran. Dengan memanfaatkan barang bekas yag ada, sebenarnya kita bisa membuat media inovatif yang menarik dan hemat biaya. Bagi mahasiswa Prodi Pendidikan yang akan membuat pameran media tahun depan, sebaiknya memikirkan bahan pembuatan sejak awal. Dengan demikian dapat menghemat biaya sekaligus memanfaatkan barang bekas yang sudah tidak berguna sebagai langkah awal memperbaiki kondisi lingkungan.
Laila


Humor


CERITA GILA

Pada suatu ketika, salah satu program unggulan yakni berita unggulan di stasiun televisi unggulan mendadak terkena musibah unggulan (Okeh, lupakan saja!!!) . Karena semua pembawa berita terkena penyakit yang sangat berbahaya, menular dan mematikan yaitu diare secara bersamaan disebabkan mereka memakan makanan dari hajatan tetangga televisi sebelah (padahal itu makanan dua hari yang lalu, ssssst jangan bilang-bilang loh!). Sehingga pimpinan redaksi progam berita tersebut menyewa pembawa berita dari program Silat Investigasi, Peniti Bross. Ternyata eh ternyata, Peniti Bros juga berhalangan hadir karena harus menghadiri pemakaman buyut kucing-kucingnya neneknya (halah blepotan ngomongnya!!). Yah, mau gak mau dengan tampang sedih ala di sinetron-sinetron, Olga Syahputrapun menggantikan Peniti Bros sebagai pembawa beritanya.
Rolliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing Actioooooooon !!!!!!!!!!
Olga                : “Selamat sore pemirsah! Salam berputar-putar di Indonesia!!
Kembali jumpa lagi dengan saya. Artis papan atas yang cetarrrrrr membahana badai pohon tumbang (loe pikir syahrini??? -_-) di program berita Silat Inpestigasi (ludahnya sampai muncrat di kamera)”
Kameramen 1  : “Mbak Olga, ini acara berita mbak (kameramen bisik-bisik)”
Olga                : “Oh, iya gue lupa (sambil nyengir kuda)
                          Maap pemirsah. Ternyata kita jumpa lagi pada program berita unggulan Berputar-putar di sekitaran Indonesia. Disini saya Olga Syahputra, akan membahas hal-hal yang tabu menjadi layak untuk diperbincangkan dan kami akan kupas setajam....
                          (Staf kreatif melambaikan tangan)”
Staf                 : “Berita mbak!! (sambil ngelus dada)”
Olga                : “Oh gitu ya? Bawel loe ah
Berita teraktual, pakta dan terpercaya akan kami rangkum di berputar-utar Indonesia”
IIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIII
Olga                : “Berita terpaktual datang dari jawa ...... (kamera nimpuk kepala Olga)
Ini kameramen dodol banget sih. Gue tamu tauk!!!! (sambil melotot ala Susana)
Kembali ke berita. Pemerkosaan terjadi di Su..., jawa ..... Betina yang bernama bunga (nama disamarkan) menjadi korban pemerkosaan oleh jantan berinisial KTT. Bunga yang diwawancarai di kantor polisipun hanya diam saja sedangkan tersangka berinisial KTT , loncat-loncat kegirangan (Aneh???)”
Olga                : “Berikut liputan kami (kamera nimpuk mata olga yang melotot)
Mau gue hajar nih kameramen!!!!!”
IIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIII
Narator                        : “Pemirsa, pemerkosaan lagi-lagi terjadi di jawa ......
Korban berinisial bunga tampak tenang-tenang saja tanpa ada tangisan sedikitpun. Sedangkan tersangka loncat-loncat tak karuan di kantor polisi”
Pewawancara 1           : “Mbak gimana kronologi kejadiannya???”
Bunga              : “...........” (diam)
Pewawancara 2           : “Mbak, bisa ceritakan perasaan anda??”
Bunga              : “..........” (diam sambil tolah-toleh)
Pewawancara 3           : “Mbaknya kenapa diam??”
Bunga              : “..........” (diam sambil mondar-mandir)
Pewawancara 1           : “Diem mulu, mau disembelih nih rupanya (ketiga pewawancara muncul tanduk sama taringnya)
Yang buat cerita : “Liat dulu dong siapa yang diwawancara!! -_- “ (Gaje)”
Pewawancara 1,2 dan 3 : “Aduh!” (jitak yang buat cerita)
Narator                        : “Baiklah pemirsa, berikut wawancara kepada Kepala Kesat Eskrim”
IIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIII
Kepala             : “Jadi, tersangka yang telah melakukan kejahatan pada saudari Bunga ini akan dijatuhi pasal kue berlapis tentang tindakan kekerasan seksual dan kriminalitas yakni hukuman disembelih ”
IIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIII
Narator                        : “Pelaku yang dibawah umur yaitu umur 3 tahun akan dijatuhi hukuman penjara dan hukuman mati. Demikian berita dari su...., jawa ... (disensor). Rekan Anita dan kameramen Nizam melaporkan”
IIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIII

Note : KTT (Kelinci Tak Tahudiri)
Olga                : “Nafsu telah mengalahkan segalanya. Kita sebagai manusia hanya bisa mengontrolnya (lidahnya ketekuk).
Dan semoga Yang Kuasa memaafkan kesalahan kita (menolehkan kepala ke kamera 1)
Dan selamat hari Pers (menoleh ke kamera 2)
Dan saya Olga Syahputra mengundurkan diri (mendongak ke atas, kearah kamera 3)
Sampai jumpa di lain kesempatan (menjulurkan lidah lalu menoleh kebelakang)
Bruuuuk !!! (kepala ngebentur kamera lagi)
Ah, kameramen sialan!!!!!! (lepas high heelsnya, siap-siap lempar kameramennya)

Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit (siaran hilang)
Lupakan kalau ceritanya basi
Yan penting persnya heppi (gaknyambung)
#kibas rambut
#tiup poni
#berlalu pergi
Sumber gambar: www.fixya.com
Ide cerita                     : Taufik Nur Rahmadi (Opick)
 Oki doki J