Jumat, 24 Mei 2013

Cetar



CERITA SEBENTAR
Terima Kasih Telah Menolak Saya

            Seorang pria bernama Jack bermimpi untuk menulis buku. Bukan buku biasa. Rencananya buku itu berisi kumpulan kisah nyata yang unik, menggugah, dan ditulis singkat-singkat. Jack percaya buku itu akan disukai, sehingga menulis lah ia dengan penuh semangat. Setelah selesai, naskah itu pun diajukan ke penerbit. Jack optimis akan mendapat respon positif.

Tapi di luar dugaan, penerbit menolaknya. Ah tenang, masih banyak penerbit lainyang akan tertarik untuk mempublikasikan karyaku, pikirnya. ia pun mencoba lagi, dan hasilnya…ditolak lagi. Mencoba lagi, ditolak lagi. Begitu seterusnya. Hingga tanpa terasa naskahnya sudah ditolak 124 kali!!

            124 kali! Jumlah yang sangat banyak, bukan? Tak terbayangkan, bagaimana seseorang bisa bertahan menerima penolakan sebanyak itu. Jangankan 124 kali, sekali ditolak saja kita sering marah dan kecewa. Namun Jack tidak, ia yakin penolakan itu akan berakhir. Dan benar saja, naskah itu akhirnya diterima juga oleh penerbit berikutnya dan begitu terbit bukunya langsung laris manis. Saking larisnya, sampai-sampai dibuat serial. Lewat buku itu, Jack Canfield meraih rekor dunia sebagai penulis yang buku-bukunya menempati posisi nomor satu selama tujuh kali berturut-turut.Kini buku serial “Chicken Soup for The Soul“  sudah terbit di seluruh dunia dan terjual dari 112 juta kopi!!

            Yah, saya memang tak pernah bertemu dengan Jack, kecuali lewat dunia maya. Namun kisah ini selalu menginspirasi saya. Bahwa saat ditolak, seharusnya kita tidak fokus pada rasa kecewa, melainkan terus mencoba. Dalam hidup, penolakan seringkali tak terhindarkan. Apa yang terjadi jika kita mudah down? Mungkin kita takkan meraih pencapaian.
Ditolak memang tidak enak. Saat seseorang menolak kita, rasanya harga diri kita langsung jatuh di matanya. Tak heran bila terbesit rasa malu, marah dan kecewa. Tapi apa benar demikian?

            Saat proposal kita ditolak, bukan berarti kita buruk. Ditolak cinta, bukan berarti kita tak layak dicintai. Setiap orang punya sisi baik yang mungkin belum orang lain ketahui. Demikian pula saat gagasan atau hasil kerja kita ditolak, bukan berarti kita buruk dan tak layak sukses. Penolakan yang kita alami hanyalah salah satu bagian dari proses kehidupan yang harus kita lalui untuk mencapai hasil terbaik. Terbaik menurut versi-Nya, bukan versi kita. Penolakan hanyalah uji ketabahan yang akan mengangkat grade kita bila dapat melaluinya dengan sikap positif.
           
            Kak, ada tiga hal yang yang bisa diambil disini ^^

Pertama, penolakan bukanlah personal attack. Saat orang menolak kita, dia tidak menolak DIRI kita tapi sesuatu di luar kita seperti : pekerjaan kita, situasi lingkungan dan sebagainya. Jadi tidak perlu menyalahkan diri sendiri atas penolakan yang terjadi.
Kedua, selalu ada alasan dibalik penolakan. Mungkin timing-nya yang tidak tepat atau situasi yang kurang mendukung. Jangan dulu merasa down sebelum benar-benar tahu alasan sesungguhnya dibalik penolakan tersebut.
Ketiga, renungkan hikmahnya. Mungkin dengan ditolak, sejuta kebaikan menunggu kita. Jadi daripada terus memikirkan situasi negatif yang muncul akibat ditolak, lebih baik pikirkan kebaikan apa yang akan kita peroleh dengan ditolak atau keburukan apa yang kita peroleh jika kita tidak ditolak

            Bagaimana? Berani ditolak?
Yah harus dong. Kalau memang kita ingin bisa seperti jack Canfield, yaitu dengan sering ditolak kesuksesan akan semakin dekat, maka penolakan sebanyak apapun seharusnya tidak membuat kita surut. Malah membuat kita gembira, karena penolakan membuat kita berpikir tentang apa yang salah dan harus diperbaiki. Penolakan membawa kita pada perbaikan dan mawas diri. Ditolak membuat kita cakap, lebih kuat dan lebih bijak.
Jadi, saat kita mendapat sebuah penolakan, katakan saja : “ Terima kasih telah menolak saya! Terima kasih telah membuat saya menjadi kuat dan membawa keberhasilan saya selangkah lebih dekat“


Jika cobaan sepanjang sungai,
maka seharusnya kesabaran itu seluas samudera
Jika harapan itu seluas hamparan,
maka seharusnya ikhtiar itu seluas langit yang membentang
Jika pengorbanan itu sebesar bumi,
maka seharusnya keikhlasan itu seluas jagad raya

Agar tak kecewa ketika asa tak kita sampai,
Agar tak sedih ketika harapan tak tercapai,
Tersenyumlah….-^_^-

Hari ini adalah hari baru, hari penuh harapan..
Ikhlaskan apa yang kau inginkan dan Allah akan memberikan apa yang memang menjadi hakmu… (Amalinda)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar