Selasa, 27 Agustus 2013

Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru 2013




            Sabtu, 17 Agustus 2013 merupakan hari yang ditunggu bangsa Indonesia karena hari itu adalah hari Indonesia dinyatakan merdeka. Begitu pula dengan mahasiswa baru UNY, tanggal 17 Agustus 2013 merupakan hari penting bagi mereka. Pada hari itu diadakan upacara penerimaan mahasiswa baru di lapangan Hokkey FIK UNY.
            Sekitar pukul 06.30, para mahasiswa baru telah bersiap berangkat dari fakultas masing-masing. Mahasiswa baru FMIPA UNY mengambil rute terpendek menuju lapangan Hokkey FIK UNY yaitu melewati trotoar barat Lapangan Tenis menuju pintu GOR UNY sebelah timur. Mahasiswa baru belum diperkenankan memakai jas alamamater UNY. Mereka mengenakan pakaian kemeja putih dengan bawahan hitam dan jilbab putih untuk yang putri. Sedangkan jas almamater biru tetap mereka bawa dengan menggunakan tas plastik.
            Mahasiswa Baru dengan dipandu panitia OSPEK berjalan beriringan menuju lapangan hokkey yang penuh dengan debu. “Saya merasa kepanasan, pegal dan tidak nyaman dengan keadaan lapangan yang berdebu sehingga tidak begitu menikmati jalannya upacara”, komentar Mala, Mahasiswa Pendidikan Matematika 2013. Panitia memberikan penugasan berupa masker ataupun slayer untuk melindungi pernapasan mahasiswa baru selama menjadi peserta upacara. Sekitar pukul 07.30 upacara penerimaan mahasiswa baru dimulai. Pengibaran bendera dilakukan oleh PASKIBRA dari UKM Pramuka. Pengibaran bendera berlangsung hikmat meskipun ada beberapa mahasiswa yang harus mundur karena sakit.
            Amanat Upacara disampaikan oleh Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd. , MA. yang membacakan amanat dari Gubernur DIY. Selain itu, bapak Rektor juga menyebutkan prestasi-prestasi yang telah diraih UNY. Penerimaaan mahasiswa baru disimbolkan dengan penyematan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa oleh Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd. , MA yang diikuti oleh semua mahasiswa baru 2013. Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hari kemerdekaan, Mars dan Hymne UNY oleh tim paduan suara UNY.         “Saya tidak dapat melihat dengan jelas jalannya upacara karena berada di barisan tengah, namun saya tetap dapat mendengarkan suara yang mengagumkan dari tim paduan suara,” komentar Indah Mahasiswa Akuntansi D3 2013 Kampus Wates, UNY. 
Sekitar pukul 9.30 upacara telah selesai. Upacara tidak dilanjutkan sampai detik-detik proklamasi karena suasana yang semakin memanas dan memang hanya dikemas sebagai upacara penerimaan mahasiswa baru. Upacara ini memberi gelar dan peran baru bagi alumni SMA/SMK menjadi mahasiswa baru 2013 Universitas Negeri Yoyakarta. Semoga mereka dapat menjalankan peran barunya dengan baik untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui karya-karyanya yang mengharumkan nama Indonesia dan Universitas Negeri Yogyakarta.
Laila



OASIS ( Opini Mahasiswa)



 Tes Keperawanan

 Sssssttt…  temen2 tau gak sekarang  lg riuhnya kontroversi pelaksanaan tes keperawanan loh. Menurut pendapat temen2 gmn??  
Menurut berita yang ada (dari kompas.com), Dinas Pendidikan Prabumulih menyatakaan bahwa tes keperawanan pada siswi SMA ini merupakan respons terhadap maraknya kasus pelajar melakukan  hubungan intim sebelum menikah. Dinas Pendidikan Prabumulih juga telah berencana mengajukan anggaran tes untuk APBD 2014. Wacana pelaksanaan tes keperawanan terhadap siswi SMA sederajat oleh Dinas Pendidikan Kota Prabumulih tersebut, mendapat tanggapan negatif dari berbagai pihak. Ini nih tanggapan penggede. Pemerhati anak, Seto Mulyadi biasa disapa Kak Seto, menyatakan tak setuju terhadap rencana Dinas Pendidikan Prabumulih tersebut.
Jika hal tersebut dilakukan, itu melanggar hak asasi anak. Walaupun dengan alasan menegakkan moral, hal tersebut tidak boleh dilakukan,” ujar Kak Seto.
Seharusnya orangtua dan pendidik menjadi sahabat anak, mengawasi, jangan seperti instruktur,” tambahnya (kompas.com, selasa 20/8/2013).
Wakil ketua DPRD Sumatera Selatan, HA Djauhari, juga menolak pengajuan tersebut. Menurutnya, Dinas Pendidikan seharusnya mencegah seks bebas dengan membuat kebijakan yang bisa membuat pelajar melakukan hal-hal positif, bukan dengan tes keperawanan.
Tanggapan  tak sepakat pun dikatakan oleh wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Menurutnya, jika kebijakan itu diberlakukan, maka hal itu akan membawa dampak buruk pada siswa. Menurut basuki, seorang pekerja seks komersial yang bertobat jauh lebih terpuji daripada oknum pejabat yang menikmati uang rakyat atau bertindak korupsi. Bener banget itu pak, hehe.
Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menyatakan akan menjatuhkan sanksi kepada sekolah yang menerapkan tes keperawanan kepada siswa yang mau masuk sekolah itu.  Jika ada sekolah yang melarang siswa karena tidak virgin, itu berarti bertentangan dengan undang-undang”, ungkapnya. (kompas.com)
Kalau menurut penulis sendiri sih, tes keperawanan itu dinilai tak relevan dan bertentangan dengan prinsip pendidikan itu sendiri. Tau kan prinsip pendidikan?? ^_^

_Rizky Galuh P.

Senin, 26 Agustus 2013

Tips Membangun Semangat Nasionalisme



Bulan Agustus adalah bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Puncak perjuangan bangsa dan rakyat Indonesia selama ratusan tahun berada di bulan ini, tepatnya pada tahun 1945. Pada tahun itulah semangat para pahlawan membara dalam jiwa, demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang telah lama dinanti-nantikan. Namun sekarang, masihkah kita memiliki semangat kemerdekaan tersebut dalam relung hati kita? Saya yakin kita semua masih memilikinya, entah masih membara dalam jiwa ataupun sudah mengendap dalam dada. Yang perlu kita lakukan adalah menumbuhkan kembali rasa nasionalisme tersebut sehingga kita dapat mengisinya dengan berbagai hal positif yang berguna untuk kemajuan bangsa kita ini. Banyak hal kecil yang dapat kita lakukan seperti mengesampingkan ego kita untuk mencapai kebersamaan, karena dari sinilah para pahlawan dapat bersatu melawan penjajah. Selain itu kita juga dapat menumbuhkan semangat nasionalisme dengan peduli terhadap lingkungan. Hal ini patut dimiliki generasi muda karena dengan kepedulian tentu lingkungan di sekitar kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sebagai mahasiswa, mungkin kita dapat memulainya dari hal-hal kecil seperti peduli pada lingkungan di sekitar kampus atau universitas kita tercinta ini. Dengan begitu semangat nasionalisme akan tumbuh membawa benih-benih cinta tanah air.
Mencintai produk dalam negeri juga merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kita. Sebaiknya Bangsa Indonesia mempunyai kesadaran dari dalam diri sendiri, bukannya dalam bentuk paksaan untuk mencintai produk dalam negeri. Dukungan penduduk Indonesia terhadap produk dalam negeri sangat diperlukan untuk meningkatkan perekonomian. Rasa nasionalisme yang tinggi memang sangat diperlukan, mengingat banyak orang yang menganggap produk dalam negeri kurang dalam hal kualitas jika dibandingkan dengan produk luar negeri. Dengan membeli produk dalam negeri bearti kita mendukung pabrik dalam negeri. Semakin banyak pembelian maka semakin banyak keuntungan yang diperoleh. Keuntungan yang banyak itu dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produk sehingga dapat bersaing di kancah Internasional. Dan produk Indonesia dapat menjadi pilihan bagi masyarakat Internasional. Semakin banyaknya kegiatan ekspor dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.
Semangat nasionalisme tentu tidak dapat ditumbuhkan sekejap mata. Namun kita bisa mengupayakannya dengan hal-hal kecil seperti diatas tadi. Tidak hanya yang sudah saya tuliskan diatas, namun masih banyak hal-hal kecil yang dapat mendongkrak semangat nasionalisme yang kita punya. Dengan mengenang dan meneladani jasa para pahlawan kita, kita dapat menjadi generasi muda  yang dapat meneruskan cita para pahlawan untuk negeri ini. Momen bulan Agustus ini sangatlah baik untuk kembali menumbuhkan semangat tersebut, semangat untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Selamat hari kemerdekaan Indonesia ke-68.

Informasi Teraktual Mahasiswa (ITEM)



HIMA IPA next on ^^

>> FOSIL PIPA (Forum Silaturahmi PEndidikan IPA) –September 2013
>> BAKSOS PIPA (Bakti Sosial Pendidikan IPA) - September 2013
>>Kunjungan Media - September 2013
 >> SEE (Science Education Expo) V – Oktober 2013
a.      Seminar Nasional Pendidikan IPA (5 Oktober 2013)
b.      Pameran IPA (5 Oktober 2013)
c.       LKTI tingkat SMP (12 Oktober 2013)
>> SEMINAR KEWIRAUSAHAAN – Oktober 2013
>> LCF (Lomba Cerpen dan Fotografi) – Oktober 2013
a.    Lomba Cerpen
b.    Lomba Fotografi
c.    Workshop Kepenulisan
>> KORPIPA (Kreativitas dan Olah Raga Pendidikan IPA) – Oktober 2013
>> AMT (Achievment Motivation Training) – November 2013
>> Healty discussion – November 2013

Don’t Miss It… ^^d

KELINCI BAK KUNANG-KUNANG



Sekelompok kelinci yang lahir di University of Istanbul, Turki, berbeda dengan kelinci pada umumnya. Rekayasa genetika membuat kelinci tersebut mampu menyala dalam gelap. Kelinci mampu menyala dalam gelap sebab peneliti dari universitas tersebut menyisipkan gen ubur-ubur. Gen ubur-ubur menghasilkan protein yang membuat hewan mampu bercahaya jika terpapar sinar ultraviolet.
Penyisipan gen ubur-ubur bukan tanpa tujuan. Dengan penyisipan ini, peneliti ingin mengetahui apakah material genetik tertentu dari satu hewan berhasil disisipkan pada hewan lain. Selain itu, bisa membantu peneliti melakukan rekayasa genetika kelinci sehingga bisa dimanfaatkan sebagai "pabrik obat".
Gen tertentu bisa disisipkan pada kelinci sehingga hewan itu menghasilkan molekul tertentu yang dibutuhkan. Molekul bisa dipanen dari air susu.
Sebagai contoh, penyisipan gen ubur-ubur membantu eksperimen Mayo Clinic mengetahui kesuksesan rekayasa kucing yang resisten feline immunodeficiency virus (FIV).
Diberitakan Foxnews, Kamis (15/8/2013), dalam eksperimen, peneliti Mayo Clinic menyisipkan gen pembawa protein yang membuat kucing resisten terhadap FIV. Tanpa gen ubur-ubur, peneliti akan kesulitan mengetahui apakah kucing hasil eksperimen benar-benar telah resisten terhadap FIV. Gen ubur-ubur berfungsi seperti penanda resistensi itu.
Dengan membuat kelinci bercahaya, peneliti mampu membedakan kelinci yang sudah membawa gen yang disisipkan dan yang tidak. Gen ubur-ubur, selain pada kelinci dan kucing, juga pernah disisipkan pada babi dan anjing. Peneliti dari University of Hawaii dan Marmara University juga terlibat eksperimen ini.
Dari pemaparan berita di atas,  memberikan bukti bahwa zaman modern sekarang ini memberikan banyak peluang untuk menghasilkan ide/ inovasi baru yang mengguncang mata dunia. Semua itu berawal dari rasa ingin tahu yang besar dari penemunya. Luar negeri saja bisa, kenapakita, Indonesia tidak. Katakan YES untuk MAJU!
http://sains.kompas.com/read/2013/08/20/0543404/Kelinci.Transgenik.Bercahaya.bak.Kunang-kunang